Jumat, 09 Agustus 2013

Bangkitkan Pemuda Desa, Sahrin Hamid akan Gandeng Menteri BUMN

Bangkitkan Pemuda Desa, Sahrin Hamid akan Gandeng Menteri BUMN

RMOL. Tidak adanya sektor ekonomi produktif di pedesaan menjadi alasan utama para pemuda hijrah ke kota. Kalaupun gagal bertarung di kota, barulah para pemuda itu balik kembali ke desa. Agar para pemuda tidak lagi merantau ke kota untuk 'menyambung' hidup, persoalan ini harus dicarikan solusi.

"KNPI ke depan harus mendesak pemerintah melalui program-program kemitraan membangun industri yang berbasis potensi pertanian di pedesaan," kata Sahrin Hamid, calon Ketua Umum KNPI, kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Salah satu celah yang bisa dijadikan sarana membangun industri di pedesaan untuk memberdayakan pemuda adalah dengan menggandeng perusahaan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara. Bila selama ini perusahaan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tidak selalu ditujukan ke pemuda, tapi untuk merealisasikan niat mulia itu perlu ada desakan agar perusahaan menyalurkan sebagian dana tersebut khusus untuk pemuda.

"Kita ingin ada sebuah political will, ada affirmative policy yang dikeluarkan pemerintah agar memprioritaskan alokasi CSR (perusahaan BUMN) bagi pengembangan sektor ekonomi di desa-desa. Kita harapkan Menteri BUMN (Dahlan Iskan) yang baru diangkat membangun kemitraan dengan pemuda," harapnya.

Diharapkan, dengan adanya kerja sama itu, 1-2 persen laba perusahaan BUMN dialokasikan untuk mendukung program tersebut. Sahrin menyebut program ini Youth Corporate Social Responsibility atau Y-CSR.

"Dengan ini progam, penyaluran dana CSR menjadi terukur. Pemuda menjadi sumber daya penggerak kewirausahaan di desa dan corporate sebagai penyedia dana melalui dana CSR itu. Dengan demikian kita harapkan sinergi ini membuat dana CSR tepat sasaran dan bermanfaat bagi pemuda desa. Jika ekonomi di desa bergerak atau bangkit, maka ini akan menahan arus urbanisasi ke kota," ungkap Sahrin.

Dan tentu saja, tambah Sahrin, KNPI, bila memang ia terpilih pada Kongres yang akan digelar pekan depan, harus melakukan berbagai pelatihan kewirausahaan dengan tujuan menjadikan pemuda sebagai penggerak ekonomi desa sebelumnya. Selain mengharapkan dana CSR dan PKBL perusahaan, lanjutnya, KNPI juga memfasilitasi pemuda desa berhubungan dengan dunia perbankan.

"Ini dalam rangka agar secepatnya mengentaskan orang miskin di desa yang jumlahnya mencapai 19 juta jiwa. Dengan demikian, Y-CSR ini menjadi pertanggungjawaban sosial pemuda dan perusahaan," tandas mantan anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Sumber : Rakyat Merdeka Kamis, 20 Oktober 2011 , 18:21:00 WIB

0 komentar:

Posting Komentar