Tampilkan postingan dengan label Gerakan Pemuda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gerakan Pemuda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Agustus 2013

JOJOBO GAGASAN : ikhtiar mengawal perubahan

JOJOBO GAGASAN : Small Step - Ikhtiar Mengawal Perubahan



Makna Kata Jojobo

Jojobo Gagasan, sengaja dijadikan sebagai “branch” dari helatan yang hendak digelar ini. Memakai kata Jojobo bukan tanpa maksud. Ini diambil dari serpihan tradisi yang terserak di tengah-tengah masyarakat kita. Masyarakat Maluku Utara, masyarakat di kaki gunung Moloku Kie Raha, masyarakat yang memijak bumi dari gugusan Halmahera. Jojobo tidak asing di telinga masyarakat kita, terutama ibu-ibu, padahal sejatinya jojobo adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat kita sejak dahulu kala. Bisa dikatakan sejak ratusan tahun lalu, sejak mengenal tradisi rumah adat sebagai pusat kegiatan dan perkumpulan masyarakat. Perkembangan jaman menjadikan jojobo identik dengan arisan. Sehingga dalam pergaulan sehari-hari, sering dikatakan bahwa jojobo itu arisan dan arisan itu jojobo.

Telah menjadi “bahasa pasar” atau melayu ternate, bahwa Jojobo sepadan dengan arisan. Oleh karnanya, ada baiknya melirik sejenak “arisan” dalam kamus bahasa Indonesia. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia. Aris-an (n) adalah : Kegiatan mengumpulkan uang atau barang yang bernilai sama oleh beberapa orang kemudian diundi di antara mereka untuk menentukan siapa yang memperolehnya, Undian dilaksanakan dalam sebuah pertemuan secara berkala sampai semua anggota memperolehnya; ber-aris-an (v) bertemu (berkumpulan) secara berkala untuk arisan.

Nah, sekarang bagaimana dengan Jojobo ? menurut sebagian pendapat jojobo diambil dari kata bahasa ternate, yang bermakna: “mengumpulkan uang”. Sementara dalam tradisi masyarakat Tobelo Galela yang didapatkan dari penelusuran internet. Bahwa jojobo sudah dikenal sejak tradisi rumah adat yang difungsikan selain untuk kegiatan sosial politik. Juga dijadikan sebagai pusat kegiatan ekonomi dalam usaha bersama yang juga diistilahkan dengan jojobo. Hal ini, dapat dilihat dari fungsi-fungsi rumah adat yang ada dalam tradisi masyarakat kita. O Salu di Loloda, Sabanga di Galela, atau O Halu, di Tobelo. Yang kesemuanya bermakna serupa. Yakni Hibua, atau sibua, atau yang lebih dikenal sekarang dengan sabua. Sebuah bangunan tanpa dinding yang digunakan sebagai pusat pertemuan masyarakat dalam membicarakan persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat, selain sebagai tempat menggelar acara-acara resmi atau penerimaan tamu. Juga difungsikan sebagai kegiatan ekonomi masyarakat. Dalam hal ini, melaksanakan jojobo itu. Dan, saya kira di daerah-daerah di Maluku Utara, kurang lebih memiliki hal yang sama.

Dalam bahasa Tobelo, Jojobo dianggap berasal dari kata “Jobo” yang artinya, pergi. Jobo-jobo diartikan sebagai pergi atau perjalanan yang tak berhenti. Sehingga jobo-jobo, atau jojobo diartikan sebagai sebuah kegiatan yang terus menerus dan tidak berhenti sampai dengan seluruh anggota yang melakukan jobo-jobo itu mendapatkan manfaatnya secara kesemuanya.

Dengan demikian, jojobo dan arisan sudah dianggap memiliki makna yang sama. Yang dapat disimpulkan sebagai Kegiatan berkumpul dari anggota tersebut, dan berkontribusi, yang pada akhirnya bahwa kontribusi tersebut harus didapatkan manfaatnya secara keseluruhan oleh semua anggota.

Makna GAGASAN

Kenapa gagasan? Gagasan adalah sesuatu yang sangat berharga bagi manusia, karna gagasan lahir melalui proses dialektika alam pikir, alam pikir dibentuk oleh pengetahuan dan rasa terhadap realitas empiris maupun dunia ide. Maka gagasan adalah buah pikiran, sesuatu yang sudah berwujud, yang dapat dibayangkan.

Dalam konteks politik, gagasan memiliki tempat yang sangat strategis. Karna sejatinya gagasan menjadi faktor pembeda antara satu kekuatan politik dengan yang lainnya. Juga gagasan yang telah terformulasi menjadi kebijakan politik partai, kan menjadi arah (guidens) bagi partai menuju pencapaian paripurna dalam mewujudkan gagasan menjadi nyata adanya. Walaupun wajah politik Indonesia kini, lebih membawa publik pada penilaian perilaku politik para politisi yang abuse of power, korup, gila kuasa, feodal dan perilaku negatif lainnya, namun tentunya prilaku politik yang memuakkan rakyat tersebut tidak lepas dari apa yang dominan dan bersinggasana dalam kerajaan pikir manusia politik di republik ini. Walau hal ini tidak dapat digeneralisir. Namun, kesadaran public telah terbentuk, bahwa apa yang menjadi perilaku adalah cermin dari proses dan buah pikir.

Gagasan segar dan sehat yang lahir dari pemangku politik yang berperspektif kepentingan rakyat, lahir dari dinamika masyarakat, lahir dari keadaan sesungguhnya masyarakat, dengan cara pikir yang berpihak pada rakyat secara sungguh-sungguh. Maka, tentunya gagasan-gagasan tersebut akan mendapat tempat di akal dan di hati rakyat. Dengan kondisi ini, maka gagasan akan menjadi  perekat bagi masyarakat, karna terbangun hubungan emosional dan militansi terhadap perjuangan mewujudkan gagasan. Bukankah gerakan-gerakan besar yang manandai perubahan-perubahan besar dunia dan juga di Indonesia, dimulai oleh sebuah gagasan? Merdeka di tahun 1945, Orde Baru 1966, dan Reformasi 1998 adalah gagasan-gagasan yang mendapat tempat di hati dan di akal masyarakat, sehingga terbangun suatu hubungan yang menjiwa dalam perjuangan mewujudkan gagasan-gagasan tersebut.

IKHTIAR PAN UNTUK MENCERAHKAN dan BERTANGGUNGJAWAB

PAN adalah partai politik yang tidak bisa melepaskan diri dari peran, fungsi dan kewajiban sebagaimana sejatinya partai politik dengan kekuatan peran-peran strategisnya yang membawa masyarakat kepada sebuah kondisi yang lebih baik. Merujuk pada standar minimal fungsi partai adalah sebagai kekuatan yang merepresentasi masyarakat dalam mengelola kebijakan publik menjadi aturan-aturan yang mengikat dan memberi arah bagi kemajuan masyarakat. Maka, dalam berbagai teori tentang partai politik, bahwa partai politik diamanatkan untuk mengemban fungsi pendidikan politik, komunikasi politik, rekruitmen dan distribusi kekuasaan atau posisi politik, juga yang tidak kalah penting adalah melakukan agregasi dan artikulasi kepentingan politik masyarakat. Khususnya masyarakat yang diwakilinya. Konstituen.

Wajar, jika harus diakui bahwa fungsi dominan yang selama ini terlihat oleh rakyat bahwa yang ada dari partai politik adalah “only” rekruitmen dan distribusi kekuasaan politik. “bagi-bagi jatah kekuasan” karna inilah yang banyak menyita perhatian partai juga perhatian masyarakat pada umumnya. Sehingga secara singkat partai distigmakan menjadi “perkumpulan orang-orang yang haus kekuasaan dan serakah terhadap uang Negara”. Sebagai orang partai ini harus menjadi cermin sekaligus media refleksi dan evaluasi terhadap keberadaan partai dan peran-peran partai selama ini. Kenapa tidak, yang mewarnai dinamika publik dalam media massa kita di tivi, di Koran di internet, yang terlihat adalah perebutan kekuasaan antar partai, juga konflik perebutan pengaruh di internal partai. Sehingga partai menjadi sebuah kerajaan tersendiri, yang menerapkan bau feodalisme yang begitu kental. Sistem dan mekanisme partai yang sudah termaktub indah menjadi pedoman-pedoman yang harus dijalankan harus tergerus oleh kehendak ketua atau ketua umum. ide dan gagasan menjadi barang langka yang hanya menjadi otoritas yang merubah wujud menjadi “perintah ketua” bukan perintah konstitusi partai atau pedoman-pedoman partai. Sehingga partai yang mestinya sebagai ladang tumbuh suburnya benih demokrasi yang menjadi antitesa dari feodalisme, malah yang terjadi adalah justru menjadi kerajaan-kerajaan baru bagi raja-raja baru. sehingga, yang muncul sebagai gambaran partai adalah pecat-memecat tanpa alasan, penggulingan ketua, PAW bagi yang berbeda pikir, transaksi uang dalam momentum konstetasi politik, membeli kursi kekuasaan pada Panitia Pemilu, lebih doyan dan dominan bicara soal orang dan urusan pribadi dibanding ide, gagasan dan urusan umum. Parahnya lagi, jika sampai pada tingkat anti terhadap wacana-wacana produktif yang melahirkan gagasan-gagasan baru. Ini harus diakhiri !.

PAN sebagai partai politik yang telah mendapatkan kepercayaan rakyat yang signifikan dari masyarakat, khususnya masyarakat Maluku Utara, berupaya meng-ikhtiari untuk memantapkan peran-peran strategis partai sebagai pendengar, penjemput, dan pejuang kepentingan masyarakat. Sehingga ruang-ruang publik yang selama ini lowong dari “soma politik” dalam menjaring kepentingan masyarakat yang terepresentasi pada tokoh-tokoh masyarakat atau bahkan masyarakat akar rumput, harus tereksplorasi, terbundeling dan menjadi agenda yang harus diperjuangkan oleh partai.  Khususnya PAN.

Dengan demikian, sebagai partai tidak hanya berhenti pada rumah gagasan yang menyemai ide-ide besar, tapi harus termanifestasikan menjadi gerak juang dalam komunikasi dan tindakan membuat nyata gagasan yang lahir dari simpul-simpul masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Karna masalah selalu ada dan terus ada, maka gagas harus memproduksi gagasan yang berdimensi moralitas dan berpihak pada rakyat, yang terformulasikan menjadi program, anggaran dan tindakan para legislator dan eksekutif .

PAN DAN JOJOBO GAGASAN

Kurang lebih, inilah yang menjadi latar. Kenapa JOJOBO GAGASAN ini menjadi penting bagi PAN dan bagi rakyat Maluku Utara.

Sehingga JOJOBO GAGASAN menjadi asa bagi PAN, untuk menjaring, mempergilirkan, mengumpulkan kontribusi gagasan atau buah pikir yang lahir dari kondisi masyarakat untuk diangkat menjadi agenda yang harus menjadi bagian dari agenda partai untuk mewujudkannya menjadi nyata dan bermanfaat bagi seluruh anggota masyarakat.

Sebagaimana makna “jobo-jobo” sebuah perjalanan terus menerus tanpa akhir. PAN adalah musafir bagi kehendak kepentingan rakyat, yang terus bergerak tanpa henti, seiring perkembangan dan perubahan masyarakat yang juga terus bergerak. Tak berhenti. Sebagaimana perubahan itu sendiri. Inilah keabadian perubahan. Bahwa perubahan selalu abadi. Yang tidak berubah hanyalah perubahan itu sendiri.

Dan PAN juga kan terus-menerus, tak henti, bergerak, ber-ikhtiar menjadi Partai yang mencerahkan dan bertanggungjawab !

Selamat ber-JOJOBO GAGASAN…

“Marimoi Ngone Futuru”

Ternate, 25 maret 2012

KNPI Penyempurnaan Siap Hadapi Gugatan Kubu Taufan Rotorasiko

KNPI Penyempurnaan Siap Hadapi Gugatan Kubu Taufan Rotorasiko

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) hasil kongres penyempurnaan siap menghadapi gugatan yang bakal dilayangkan kubu Taufan EN Rotorasiko.

"Silakan melakukan gugatan hukum, dan kita sebagai pemuda harus mengedepankan hukum karena negara kita negara hukum," jawab Viktor Yuan, Sekjen KNPI hasil kongres penyempurnaan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 3/4).

Sekedar informasi, Taufan terpilih sebagai Ketua KNPI dalam kongres KNPI ke XIII di Hotel Sahid Jakarta Oktober tahun lalu, sementara kongres penyempurnaan yang digelar di Hotel Blue Sky, Raden Saleh, Jakarta, Jumat pekan lalu, memilih Akbar Zulfakar sebagai Ketua Umum.

Sebaliknya, dikatakan Viktor, pihaknya menyesalkan atas penyerangan yang dilakuka oleh oknum-oknum pemuda saat kongres penyempurnaan digelar. Mestinya, kata dia, sebagai pemuda harus mengedepankan upaya hukum daripada adu fisik.

"Kalau ada pihak yang keberatan silakan lewat jalur hukum," tegasnya.

Tak mau berlarut-larut berada dalam pergunjingan, terang Viktor, pihaknya akan segera mengadakan Rapat Kerja Daerah di provinsi-provinsi. Diagendakan betul, bagaimana mempertegas komitmen pemuda terhadap kepentingan rakyat.

"Keputusan paripurna DPR kita akan kawal, sejauhmana komitmennya kepada kepentingan rakyat pada umumnya, melakukan kegiatan-kegiatan yang menyentuh kepentingan mulai dari masyarakat bawah. Ketahanan pangan, keamanan, perbatasan, daerah tertinggal, kemiskinan, konflik dan lain-lain hal sampai pada kaderisasi kepemimpinan nasional khususnya kepemimpinan pemuda Indonesia," demikian Viktor

sumber : Rmol

KNPI : Menggugat Legalitas Kepemimpinan Taufan

Tidak Ada Kongres Setengah, Kepemimpinan Menantu Ical Tidak Konstitusional

Pengurus KNPI hasil Kongres KNPI XIII penyempurnaan mempertanyakan balik legalitas Taufan EN Rotorasiko sebagai Ketua Umum KNPI seperti yang diklaimnya terpilih pada kongres KNPI ke XIII di Hotel Sahid, Jakarta, Oktober tahun lalu.

Pertanyaan tersebut disampaikan Sekjen KNPI hasil kongres penyempurnaan, Viktor Yuan. Dia menyampaikan hal tersebut untuk menanggapi tudingan kubu Taufan yang menuding Kongres Penyempurnaan yang digelar sejumlah OKP dan DPD KNPI adalah ilegal dan tidak ada dalam sejarah yang namanya kongres penyempurnaan.

"Tidak ada juga dalam sejarah yang namanya kongres setengah, dan berhenti di tengah-tengah," jawab dia kepada Rakyat Merdeka Online beberapa waktu lalu.

Viktor setuju apabila kongres KNPI XIII di Hotel Sahid Oktober lalu sebagai kongres yang sah. Tapi kongres tersebut belum selesai dilaksanakan. Taufan baru terpilih sebagai calon ketua umum dari bakal calon ketua umum, bukan terpilih menjadi ketua umum KNPI periode 2011-2014.

Taufan sendiri saat kongres Oktober tahun lalu bersaingan dengan Sahrin Hamid, Doly Kurnia, Sultan Najamudin, Ariza Sabana, Shoim, SJ Arifin, Arip Mustopa, Cupli Risman dan Nuzran Joher. Dalam pemilihan, Taufan yang merupakan menantu Ical mendapatkan 68 suara, Ariza 25 suara, Doly Kurnia 23 suara, Sahrin Hamid 22 suara, serta kandidat lain hanya memiliki suara rata-rata di bawah 10 suara dari 159 suara sah yang diperebutkan.

20 persen suara yang diperoleh Taufan tidak secara otomatis menjadikannya sebagai Ketua Umum KNPI terpilih. Sebab sebagaimana diatur dalam Pasal 3 ayat 3 poin d dan e tentang tata cara pemilihan, bahwa seorang calon dinyatakan terpilih secara aklamasi jika  mendapatkan suara 50 persen lebih 1. Sementara dalam poin f, masih dalam pasal tersebut disebutkan bahwa harus dilakukan putaran ke II jika memang tidak ada calon yang meraih suara 50 persen lebih 1 dengan terlebih dahulu melakukan pemilihan ulang bagi para bakal calon yang belum cukup mencapai 20 persen suara.

Namun pada prakteknya, pimpinan sidang waktu itu, Najamuddin Ramly tiba-tiba saja menetapkan secara otomatis Taufan menjadi ketua umum secara aklamai. Padahal di saat bersamaan, para bakal calon yang lain sedang mencari konsensus untuk bisa mencalonkan pada putaran ke II. Kubu Taufan sendiri, para kandidat dan peserta pendukungnya waktu itu memutuskan tidak meneruskan persidangan. Pimpinan sidang pun menskors sidang, menggantungkan dan mengabaikan kesalahan keputusan yang telah dilakukannya.

Oleh karenanya, sangat jelas kata Viktor, kongres Oktober tahun lalu baru setengah jalan. Sementara apa yang telah dilakukan oleh 52 OKP dan 18 DPD pada Kongres XIII (penyempurnaan) di hotel Sky Blue, Raden Saleh, Jakarta pada tanggal 30 Maret 2012 dan menetapkan Akbar Zulfakar sebagai ketua umum KNPI telah sesuai dengan aturan hukum, AD/ART, dan konstitusi KNPI.

"Pemilihan sebelumnya di Hotel Sahid belum selesai dan belum terpilihnya ketua Umum KNPI, oleh karena itu OKP dan DPD dengan kesadaran penuh melakukan kongres di hotel Grand Pandurata dan menghasilkan Akbar Zulfakar sebagai Ketum DPP KNPI yang konstitusional," demikian Viktor.

Sumber : Rmol,com

Pecahnya Gerakan Pemuda Indonesia

Pecahnya Gerakan Pemuda Indonesia 


JAKARTA- Sejumlah anggota Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) menggelar kongres XIII yang diklaim sebagai penyempurnaan. Kongres digelar di Hotel Blue Sky Jalan Raden Saleh Jakarta Pusat, Jumat (30/3/2012).

Kongres itu menetapkan Akbar Zulfakar sebagai Ketua Umum KNPI. Hal itu pun langsung menimbulkan dualisme kepemimpinan di tubuh KNPI. Sebab, seperti diketahui, saat ini Ketua Umum DPP KNPI dipegang oleh Taufan Eko Nugroho Rotorasiko.

Kongres XIII itu pun berjalan alot dan sempat diwarnai kericuhan diantara peserta. Sidang juga sempat diskros kurang lebih 20 menit. Lantaran menunggu kandidat ketua umum KNPI lainnya. Setelah menunggu sekian lama akhirnya sidang kembali diteruskan lantaran calon ketua umum yang lain tidak hadir dalam kongres.

“Kami menetapkan Akbar Zulfakar sebagai ketua umum KNPI,” kata Ketua pimipnan sidang Aswin Ali.

Sebelumnya, dikabarkan akan ada 10 bakal calon ketua umum KNPI yang hadir yaitu, Ahmad Doli Kurnia, Shohim Haris, Sahrin Hamid, A Ridho Sabana, Arif Mustopa, Nusron Zhoher, SJ Arifin, Cupli Risman dan Taufan EN Rotorasiko. Namun, yang hadir dalam Kongres hanya Akbar Zulfakar.

Setelah menunggu sekira 20 menit akhirnya pimpinan sidang menetapkan Akbar Zulfakar yang saat ini menjabat anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai ketua umum KNPI secara aklamasi.

Diketahui, Kongres  Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) XIII (penyempurnaan) dihadiri oleh 40 Organisasi Kepemudaan (OKP) dan 8 DPD KNPI provinsi.

Sementara itu Ketua Umum Generasi Warga Jaya yang merupakan OKP dari KNPI Yayan Said mengatakan bahwa Kongres KNPI di Hotel Blue Sky tersebut ilegal dan tidak sah. Menurutnya, saat ini  Ketua Umum DPP KNPI dipegang oleh Taufan Eko Nugroho Rotorasiko

“Jelas tidak sah, karena Kongres ini tidak dihadiri oleh kandidat bakal calon ketua umum KNPI yang lain. Kongres ini hanya akal-akalan dan tidak memenuhi qourum," ujarnya kepada wartawan.

Dijelaskan  Yayan, seharusnya Kongres KNPI  dihadiri oleh 147 OKP yang terdiri dari 114 OKP dan 33 DPD KNPI Provinsi.  “Saya tegaskan lagi, Kongres itu hanya akal-akalan segelintir orang yang akan memecah belah keutuhan KNPI,” tegasnya

Sumber : OkeZone,com

Jumat, 09 Agustus 2013

Gagal melahirkan pemimpin muda berwawasan kebangsaan

Gagal melahirkan pemimpin muda berwawasan kebangsaan

 

Bangsa Indonesia Jumat, 28 Oktober 2011, merayakan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83. Fakta menunjukkan kegiatan terkait peringatan hari penting itu sangat kurang mendapat perhatian. Tidak di pemerintahan, di kalangan masyarakat pun sama saja, tak peduli. Tidak di ibukota saja, tapi juga di desa-desa minim kegiatan Sumpah Pemuda.


Mengapa perhatian pemerintah dan elemen masyarakat kita di kota maupun pedesaan begitu rendah. Jawabnya, karena tidak mempunyai agenda program dan perencanaan yang matang. Umumnya sporadis dan dilakukan secara dadakan saja sehingga hasilnya sangat tidak memberikan pembelajaran yang baik bagi masyarakat,  khususnya generasi muda.

Yang memprihatinkan adalah terjadinya ‘tawuran’ dalam kongres KNPI di Jakarta kemarin karena ketidakpuasan peserta. Apalagi muncul isu permainan money politics sehingga patut disesalkan. Jika kalangan generasi muda sudah dijejali dengan politik uang maka sulit dari mereka bisa diharapkan menjadi pemimpin yang berwawasan kebangsaan. Apalagi untuk menjadi barisan terdepan upaya pemberantasan korupsi. Wajar jika banyak peserta yang tidak terima dengan hasil pemungutan suara yang memenangkan menantu Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Taufan Eko Nugroho, sehingga kongres deadlock. Tapi, calon lainnya pun disebut-sebut melakukan hal yang sama namun dengan kadar yang lebih rendah. Dalam panggung politik permainan uang sudah biasa dan disebut cost seperti membayar uang tiket, penginapan, dan oleh-oleh. Namun, dalam kongres pemuda seharusnya tidak mengikuti sifat dari orang-orang politik yang menghalalkan segala cara.

Kerusuhan dalam Kongres KNPI muncul usai penghitungan suara, berawal dari penetapan pemenang. Taufan yang unggul mendapatkan 68 suara ditetapkan pimpinan sidang menjadi pemenang. Namun putusan itu tidak diterima floor. Peserta mengharapkan dilakukan putaran kedua. Di posisi kedua menyusul incumbent Ahmad Doli Kurnia 22 suara, Sahrin Hamid 21 suara dan kandidat lainnya. Kalaupun dilakukan putaran kedua akan sangat sulit bagi pesaing untuk bisa meraih dukungan signifikan karena tim sukses Taufan bekerja cukup cerdik. Aturan yang dipakai memang multitafsir karena bisa ditarik-tarik, seperti: untuk jadi pemenang cukup 30 persen plus satu, ada lagi yang beranggapan tetap 50 persen plus satu. Taufan yang mendapatkan 68 suara sudah mencapai 35 persen suara. Sah jika mengacu 30 persen plus satu tapi tidak sah bila mengacu pada aturan 50 persen plus satu. Banyak peserta menghendaki pemilihan putaran ke-2, karena perolehan suara Taufan belum mutlak (50% pemilih+1), seperti yang ada di AD/ART. Tapi sebelumnya sudah disepakati ketentuan baru, mengingat banyaknya kandidat calon ketua umum yang berambisi maju. Ketentuan baru itu menyebut pemenangnya adalah yang memperoleh 30 persen suara pemilih + 1.

Dari catatan sejarah kita sudah mengetahui bahwa pada tanggal 28  Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop, Jakarta, diselenggarakan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia  (PPPI). Pada penutupan kongres ini, selain diperdengarkan Lagu Indonesia Raya oleh Wage Rudolf  Supratman melalui gesekan biolanya, juga dibacakan rumusan hasil kongres tersebut yang selanjutnya disebut sumpah  pemuda yang merupakan sumpah setia para pemuda masa sulit itu.

Janji sumpah pemuda itu berbunyi: Kami putra-putri bangsa Indonesia mengaku: berbangsa satu, bertanah air satu, berbahasa satu: Indonesia. Makna dan semangat sumpah pemuda itulah yang kemudian menentukan masa depan bangsa kita dalam merebut kemerdekaan, mengisi kemerdekaan, namun kondisinya kian memprihatinkan dewasa ini di alam reformasi.

Harusnya seluruh anak bangsa mencontoh generasi muda di masa lalu. Bisa menyatu untuk kemajuan bangsa dan negaranya. Jangan malah menjadi beban dan merusak cita-cita Sumpah Pemuda 83 tahun lalu. Apalagi di masa sekarang ini, kemajuan bangsa kita semakin jauh dari cita-cita Sumpah Pemuda dan ketentuan UUD 45 dan Pancasila. Terlebih pada kesatuan bangsa dan kesejahteraan, semakin memprihatinkan. Tampak nyata terjadi kesenjangan antara harapan dan kenyataan.

Kondisi memprihatinkan itu memerlukan perhatian kita semua, khususnya generasi muda, harus bisa menyikapi tantangan ke depan dengan kerja keras. Sebab, merekalah harapan bangsa kita. Kenyataannya, kita sangat kesulitan mendapatkan tokoh muda yang memiliki wawasan kebangsaan. Kondisi itu terlihat jelas dengan masih munculnya tokoh-tokoh tua sebagai Capres 2014, seperti Megawati, Amien Rais, Jusuf Kalla, Wiranto, Prabowo yang usianya lebih 50 tahun. Harapan munculnya tokoh muda sebagai Capres atau Wapres semestinya bisa terwujud bila generasi muda diberi pendidikan politik yang santun dan kesempatan. Bukan lagi menghalalkan segala cara, dan semua harus pakai uang

Sumber : Waspada Saturday, 29 October 2011 00:15

Kongres KNPI Mulai Panas

Kongres KNPI Mulai Panas




Jakarta, Padek—Nama Aburizal Bakrie dan Tommy Soeharto tiba-tiba muncul di arena Kongres XIII Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Hotel Sahid Jakarta. Keduanya bukan sebagai calon ketua umum, tapi dikaitkan dengan dua kandidat kuat yang bakal bertarung memperebutkan kursi tertinggi di induk organisasi kepemudaan itu.


Aburizal Bakrie alias Ical dikaitkan dengan Taufan EN Rotorasiko, sedangkan Tommy Soeharto juga dihubungkan dengan kandidat lainnya, Akbar Zulfakar. Yang menarik, Taufan adalah menantu Ical yang didorong jadi ketum KNPI guna mendukung Ical di 2014.


Selain kedua nama itu, figur lain dari berbagai latar belakang juga siap bertarung menjadi  ketua umum KNPI. Mantan Ketua Umum PB HMI Arip Mustopa, kader PAN Sahrin Hamid,  anggota DPD Sutan B Najamuddin, dan mantan ketua umum KNPI versi Kongres Ancol Ahmad Doli Kurnia juga akan ambil bagian dalam perebutan ketua umum.


Taufan kepada JPNN mengatakan hanya ingin menjabat satu periode saja. ”Jika saya terpilih, saya akan meneruskan tradisi founding fathers KNPI selama ini, yaitu memegang jabatan satu periode saja,” katanya, Selasa (25/10).


Salah satu program dari pria yang akrab disapa Ten ini hampir mirip program Golkar, fokus membangun dan merangkul basis massa di pedesaan. Menurut Taufan, potensi pemuda di daerah khususnya di perdesaan tidak bisa dipandang sebelah mata. Taufan akan memberdayakan potensi kepemimpinan pemuda di pedesaan jika dirinya terpilih menjadi Ketua Umum KNPI.


Salah satu pimpinan Barisan Muda Kosgoro (BMK), Andi Hermawan, tidak membantah majunya Ten bagian langkah menyukseskan Aburizal Bakrie di Pemilu 2014 mendatang. ”Taufan memang dipersiapkan mensukseskan Ical,” katanya.


Majunya Taufan didukung BMK, Golkar, dan underbow Golkar lainnya, diprediksi bakal head to head dengan Akbar Zulfakar didukung Tommy Soeharto. Zulfakar pernah menjabat Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) periode 2000-2002.


”Pak Tommy menggangap Zulfakar paling layak. Karena itu, beliau tentu akan mendukungnya bekerja sama dengan PKS,” kata Ketua Umum Pemuda Mandala Trikora, Neneng Astuty, dalam jumpa pers kemarin  (24/10). Neneng mengaku juru bicara dari Tommy Soeharto.


Tommy melihat Zulfakar mampu mengakhiri dualisme kepemimpinan di KNPI. Zulfakar juga mampu meletakkan kembali ideologi Pancasila dalam tubuh KNPI. ”Kami siap memenangkan Zulfakar. Beberapa DPD dan OKP telah menyatakan dukunganya secara resmi kepada Zulfakar,” ujar Neneng yang tidak secara detail menyebutkan siapa saja pendukung Zulfakar itu.


Namun, kursi ketua umum KNPI agaknya tidak hanya milik kader parpol saja. Mantan Ketua Umum PB HMI Arip Mustopa juga berani ambil bagian. Bisa dikatakan, dari sekitar 14 calon ketua umum beredar, Arip tokoh muda pluralis dan tidak terseret kepentingan kelompok mana pun. ”Saya maju karena dorongan OKP dan KNPI daerah,” ujarnya saat jumpa pers di Hotel Sahid, kemarin.


Sebagaimana diketahui, total suara yang diperebutkan dalam pemilihan ketua umum KNPI mencapai 148 suara. Suara ini terdiri atas 33 dewan pimpinan daerah (DPD) KNPI dan  dan 115 OKP.  Ini akan diperebutkan sedikitnya 14 kandidat ketua umum. Bursa ketua umum KNPI kemarin bertambah lagi. (dms/jpnn)

Sumber : Padang Ekspres Rabu, 26/10/2011 12:09 WIB

Taufan Ditolak Jadi Ketua Umum KNPI

Taufan Ditolak Jadi Ketua Umum KNPI

Jurnas.com | PENETAPAN Taufan Rotorasiko sebagai Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) oleh Najamudin Ramly selaku pimpinan sidang pemilihan yang berlangsung Jumat, 29/10, pagi dipersoalkan beberapa organisasi kepemudaan, karena tidak sesuai dengan mekanisme pemilihan. "Kami menegaskan bahwa saudara Taufan Rotorasiko belum sah dan tidak mendapatkan legitimasi menjadi ketua Umum DPP KNPI," kata Ketua Umum Pemuda Katolik, Natalis Situmorang dalam siaran persnya di Jakarta, Jumat (28/10) malam.

Dituturkan Natalis, proses pemilihan dengan sistem pencoblosan itu diikuti oleh setiap utusan OKP dan DPD KNPI Propinsi. Selain Taufan, nama kandidat lain di antaranya, Sahrin Hamid, Doly Kurnia, Sultan Najamudin, Ariza Sabana, Shoim, SJ Arifin, Arip Mustopa, Cupli Risman, dan Nuzran Joher.

Penghitungan suara setiap Bakal Calon Ketua Umum KNPI tersebut diperoleh hasil, yakni Taufan mendapatkan 68 suara, Ariza 25 suara, Doly Kurnia 23 suara, Sahrin Hamid 22 suara, serta kandidat lain hanya memiliki suara rata-rata di bawah 10 suara dari 159 suara sah yang diperebutkan (GMKI dan HIPMI tidak hadir dalam pemilihan).

Sebagaimana Pasal 3 ayat 3 poin c, maka Taufan menjadi Bakal Calon yang lolos menjadi Calon Ketua Umum karena mendapat dukungan di atas 20%. Namun, "Taufan belum dapat secara otomatis terpilih secara aklamasi karena pada poin d,e,f mengatur, ketua terpilih secara aklamasi jika mendapatkan suara 50%+1, dan sesuai poin f pada pasal 3 ayat 3 tersebut maka harus dilakukan putaran II," kata Natalis.

Menurut Natalis, Najamudin Ramly selaku pimpinan sidang pemilihan, langsung menetapkan Taufan menjadi Ketua Umum. Otomatis, keputusan tersebut membuat para peserta kongres serta OKP dan DPD pendukung Bakal Calon yang lain melakukan protes keras agar Najamudin mencabut dan membatalkan keputusannya itu.

Karena itu, menurut Natalis, terpilihnya menantu Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya (Golkar) Aburizal Bakrie tersebut ditolak oleh sebagian OKP, karena dianggap bertentangan dengan mekanisme pemilihan KNPI. "Taufan juga tidak didukung oleh lebih dari setengah OKP yang memberikan suaranya," ujar Natalis.

Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam, Rahmat Kardie menjelaskan, dirinya juga tetap akan mempersoalkan masalah ini serta mendorong OKP-OKP dan para kandidat yang lain untuk bersikap sama. "Agar publik dan pemuda Indonesia mengetahui bahwa masih banyak yang berpegang teguh pada aturan main dan idealisme pemuda," ujar Rahmat. "Jika perlu kami akan menggagas forum atau wadah untuk itu," kata Ketua Umum PB HMI Fajri menimpali dan diamini oleh utusan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Bernard.

Sumber : Jurnas  Jakarta | Sabtu, 29 Oktober 2011 07:51 WIB

KNPI Minta MP3EI Libatkan Pemuda

KNPI Minta MP3EI Libatkan Pemuda

 

JAKARTA, KOMPAS.com- Komite Nasional Pemuda Indonesia atau KNPI meminta agar dalam pengerjaan proyek-proyek yang terhimpun dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia atau MP3EI, pemerintah melibatkan para pemuda. Ini perlu karena jumlah pemuda atau penduduk yang ada dalam masa produktif di Indonesia saat ini mencapai 62 juta orang.

"Tidak mungkin ada proyek sebesar MP3EI yang tidak dikerjakan pemuda, termasuk KNPI di dalamnya," kata Ketua Panitia Pelatihan Pemuda Penggerak Wirausaha Desa, KNPI, Sahrin Hamid di Jakarta, Kamis (6/10/2011).

Acara ini dihadiri Deputi Bidang Koordinasi Perdagangan dan Industri, Kementerian Koordinator Perekonomian, Edy Putra Irawadi. Rencananya, acara ini akan ditutup Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa besok malam.

Menurut Sahrin, MP3EI merupakan program besar, antara lain ada program 200.000 hektar yang dibuka untuk lahan pertanian, dan ada 1 miliar pohon yang akan ditanam. "Siapa yang akan melakukan itu kalau bukan pemuda," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meluncurkan MP3EI 2011-2025 pada 27 Mei 2011. Rencana induk ini memiliki tiga bagian utama. Pertama, pengembangan ekonomi di enam koridor.

Kedua, pengembangan sistem logistik nasional. Ketiga, pengembangan sumber daya manusia. Sebagai langkah awal, pemerintah meluncurkan 17 proyek di empat kota yaitu Banten, Timika, Simengke dan Lombok Timur senilai Rp 190 triliun. Proyek ini mencakup pembangunan jalan, waduk, pembangkit tenaga listrik dan proyek pengolahan sumber daya alam. Namun nilai kebutuhan investasinya mencapai Rp 4.000 triliun.


Bangkitkan Pemuda Desa, Sahrin Hamid akan Gandeng Menteri BUMN

Bangkitkan Pemuda Desa, Sahrin Hamid akan Gandeng Menteri BUMN

RMOL. Tidak adanya sektor ekonomi produktif di pedesaan menjadi alasan utama para pemuda hijrah ke kota. Kalaupun gagal bertarung di kota, barulah para pemuda itu balik kembali ke desa. Agar para pemuda tidak lagi merantau ke kota untuk 'menyambung' hidup, persoalan ini harus dicarikan solusi.

"KNPI ke depan harus mendesak pemerintah melalui program-program kemitraan membangun industri yang berbasis potensi pertanian di pedesaan," kata Sahrin Hamid, calon Ketua Umum KNPI, kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Salah satu celah yang bisa dijadikan sarana membangun industri di pedesaan untuk memberdayakan pemuda adalah dengan menggandeng perusahaan pemerintah, Badan Usaha Milik Negara. Bila selama ini perusahaan menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) tidak selalu ditujukan ke pemuda, tapi untuk merealisasikan niat mulia itu perlu ada desakan agar perusahaan menyalurkan sebagian dana tersebut khusus untuk pemuda.

"Kita ingin ada sebuah political will, ada affirmative policy yang dikeluarkan pemerintah agar memprioritaskan alokasi CSR (perusahaan BUMN) bagi pengembangan sektor ekonomi di desa-desa. Kita harapkan Menteri BUMN (Dahlan Iskan) yang baru diangkat membangun kemitraan dengan pemuda," harapnya.

Diharapkan, dengan adanya kerja sama itu, 1-2 persen laba perusahaan BUMN dialokasikan untuk mendukung program tersebut. Sahrin menyebut program ini Youth Corporate Social Responsibility atau Y-CSR.

"Dengan ini progam, penyaluran dana CSR menjadi terukur. Pemuda menjadi sumber daya penggerak kewirausahaan di desa dan corporate sebagai penyedia dana melalui dana CSR itu. Dengan demikian kita harapkan sinergi ini membuat dana CSR tepat sasaran dan bermanfaat bagi pemuda desa. Jika ekonomi di desa bergerak atau bangkit, maka ini akan menahan arus urbanisasi ke kota," ungkap Sahrin.

Dan tentu saja, tambah Sahrin, KNPI, bila memang ia terpilih pada Kongres yang akan digelar pekan depan, harus melakukan berbagai pelatihan kewirausahaan dengan tujuan menjadikan pemuda sebagai penggerak ekonomi desa sebelumnya. Selain mengharapkan dana CSR dan PKBL perusahaan, lanjutnya, KNPI juga memfasilitasi pemuda desa berhubungan dengan dunia perbankan.

"Ini dalam rangka agar secepatnya mengentaskan orang miskin di desa yang jumlahnya mencapai 19 juta jiwa. Dengan demikian, Y-CSR ini menjadi pertanggungjawaban sosial pemuda dan perusahaan," tandas mantan anggota Komisi III DPR ini. [zul]

Sumber : Rakyat Merdeka Kamis, 20 Oktober 2011 , 18:21:00 WIB

Mirip Barack Obama, Sahrin Hamid Cukup Cerdas dan Populer di Kalangan Pemuda

Mirip Barack Obama, Sahrin Hamid Cukup Cerdas dan Populer di Kalangan Pemuda

 

Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI), Rahmat Kardi mengatakan Sahrin Hamid pantas untuk memimpin Komite Nasional Pemuda Indonesia periode mendatang. Karena mantan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional itu memiliki pengalaman, prestasi, dan kapasitas sebagai modal untuk memimpin KNPI.

"Dia sangat matang," kata Ketua Gerakan Pemuda Islam, Rahmad kepada wartawan di sela-sela pendaftaran Sahrin di gedung KNPI, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, (Minggu, 23/10).

Lebih lanjut Rahmad menilai sosok Sahrin mirip dengan Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama dalam hal perjalanan hidup. Seperti Obama, Sahrin pernah menjadi legislator dan sekarang ingin menjadi eksekutif seperti halnya Obama. Dan sebelum menjadi senator, Obama juga pernah menjadi pengacara, profesi yang saat ini digeluti Sahrin.

Pengalaman sebagai pengacara itulah yang membuat mantan anggota Komisi III DPR itu mempunyai sifat kerelawanan yang sangat luar biasa. Sahrin juga dinilai sebagai sosok muda lintas agama dan ras. "(Sahrin) pemuda yang populer, cerdas tapi sederhana," puji Rahmad.

Hal lain yang memperkuat GPI mendukung Sahrin adalah gagasan yang diusung bila dipercaya memimpin KNPI. Menurutnya, visi Sahrin sesuai dengan kebutuhan pemuda saat ini. "Sahri mengusung tema pemberdayaan pemuda yang merupakan intinya pemuda. Kalau pemuda berdaya, maka kita lebih maju," demikian Rahmad.

Selain GPI, pada saat pendaftaran tadi, Sahrin juga didampingi pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Mahasiswa Pancasila, dan Srikandi Harapan.[ian/rmol]

Sumber : Rima News Sun, 23/10/2011 - 21:34 WIB

Sahrin Hamid akan Jadikan KNPI sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

Sahrin Hamid akan Jadikan KNPI sebagai Motor Penggerak Ekonomi Desa

RMOL.  Dualisme kepemimpinan di Komite Nasional Pemuda Indonesia selama satu periode ini harus dijadikan hikmah bagi para pemuda se-Indonesia untuk bersatu kembali.

"Ke depan, persatuan pemuda harus dibangun. Karena pemuda memiliki tantangan yang tidak mudah saat ini dan ke depan," kata mantan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional Sahrin Hamid kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.

Sahrin membeberkan, saat ini, 60,35 persen pemuda Indonesia menganggur. Begitu juga 31,2 juta orang miskin Indonesia mayoritas adalah pemuda. Tak hanya itu, mayoritas orang miskin Indonesia tinggal di desa dimana sebesar 19 juta di antaranya adalah pemuda.

"Karena (pemuda) tidak punya lapangan pekerja. Ini tantangan riil," tegasnya.

Untuk itu ke depan, lanjut Sahrin, KNPI harus menjadi garda terdepan untuk menggerakkan pemuda dalam memajukan dan membangun sektor ekonomi desa. Karena itu, KNPI harus menyiapkan sumber daya manusia, memetakan persoalan dan potensi para pemuda di desa-desa.

"Saya pikir ini yang harus dilakukan oleh KNPI sebagai representasi kekuatan pemuda," kata Sahrin, yang bakal maju pada kongres KNPI pada 25-28 Oktober 2011 bulan ini.

Selain itu, hal yang lain yang juga harus dilakukan KNPI untuk memecahkan persoalan ril yang dihadapi pemuda saat ini adalah mendorong pemerintah membangun industri di desa-desa yang berbasis potensi desa yang bersangkutan. Bila itu dilakukan, otomatis bahan baku hasil olahan masyarakat setempat dan tenaga kerja khususnya pemuda desa bisa diserap oleh industri tersebut.

"Ini akan berimplikasi terhadap terbukanya ruang usaha baru. Melalui ruang usaha baru inilah kita harapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru, dalam hal ini para pemuda," tandasnya.[zul]

Sumber : Rakyat Merdeka Senin, 17 Oktober 2011 , 16:57:00 WIB


OKP dan Aktivis Islam Dukung Sahrin Hamid Menuju KNPI I

OKP dan Aktivis Islam Dukung Sahrin Hamid Menuju KNPI I

Satu Hati Membangun Negeri

 

 JAKARTA, RIMANEWS - Dukungan publik kepada Sahrin Hamid untuk maju sebagai calon kandidat ketua umum Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) periode 2011-2014  terus mengalir. Sejumlah organisasi pemuda dan aktivis mendukung penuh pencalonan Sahrin.

Hamdani, Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam mendukung pencalonan Sahrin untuk maju sebagai kandidat ketua umum DPP KNPI.

"Kanda Sahrin layak untuk memimpin KNPI kedepan" katanya di Jakarta, (14/10/2011).

Menurut Dani, jiwa dan kepemimpinan Sahrin sudah tidak diragukan lagi. Pasalnya, Sarin adalah mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam yang penuh dengan pengalaman.

"Sahrin bukan produk instan, Ia lahir dari organisasi terbesar di Indonesia. HMI telah mendidiknya sebagai pribadi yang memiliki integritas dan wawasan luas, jadi jangan pernah ragukan kemampuan Sahrin" ujar Dani.

Senada dengan Dani, Komandan Brigade Pusat Gerakan Pemuda Islam, Zainal Abidin juga mendukung Sahrin memimpin KNPI.

Menurutnya, Sahrin bakal mampu memberdayakan potensi pemuda untuk membuat negara ini menjadi lebih baik secara ekonomi, budaya dan daya saing terhadap bangsa lain.

"Pemuda bergerak untuk kebangkitan ekonomi desa merupakan gagasan Sahrin yang patut diapresiasi" kata Zaenal.

Pemuda, kata Zaenal perlu mendukung gagasan Sahrin tersebut karena gagasan ini mampu menggerakan setiap jiwa muda untuk berkontribusi demi perbaikan bangsa menuju masyarakata yang adil dan sejahtera.

Doni Arman Amir, aktivis Junior Chamber Internasional  (JCI) juga menyambut baik pencalonan Bung Sahrin. Menurutnya, Pemuda butuh figur seperti Obama yang berani melakukan perubahan.

"Sudah saatnya Bung Sahrin memimpin kaum muda Indonesia" kata Doni

Untuk diketahui, Sahrin Hamid, Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam adalah salah satu kandidat ketua Umum DPP KNPI.

Pria kelahiran 4 Desember 1974 ini juga merupakan salah satu fungsionaris DPP Partai Amanat Nasional sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu untuk Indonesia Bagian Timur dan Mantan Anggota Komisi III DPR RI periode 2004-2009

Pribadi yang merupakan aktivis 98 ini kini aktif sebagai Wakil Ketua Umum DPP KNPI mendampingi Ketua Umum Ahmad Doli Kurnia dan  sekaligus pengacara dan pemilik kantor hukum Hamid & Hamid Law Firm.[dni]

Sumber : Rima News Sat, 15/10/2011 - 05:09 WIB

KONGRES KNPI Sahrin Hamid Kembalikan Formulir Petang Ini


KONGRES KNPI Yakin Menang, Sahrin Hamid Kembalikan Formulir Petang Ini

Minggu, 23 Oktober 2011 , 11:33:00 WIB



RMOL. Sehari menjelang pelaksanaan kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia digelar pada 24-28 Oktober di Jakarta, para kandidat mulai mengembalikan formulir calon ketua umum KNPI periode 2011-2014.

Sahrin Hamid misalnya. Mantan Ketua Umum Penggerak Amanat Nasional ini akan mengembalikan formulir serta menyerahkan rekomendasi dukungan dari organisasi kepemudaan sebagai salah satu persyaratan petang ini.

"Kita akan sampaikan persyaratan yang sudah kita lengkapi. Ini untuk memenuhi persyaratan yang disampaikan oleh panitia," kata Sahrin kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini, (Minggu, 23/10).

Meski sudah yakin semua persyaratan lengkap, Sahrin mengaku akan segera melengkapi bila memang panitia menyatakan sebaliknya. Dalam pengembalian formulir hari ini ke kantor KNPI Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sahrin akan didampingi organisasi-organisasi kepemudaan yang mendukungnya.

"Nanti pada saatnya kita akan tunjukkan," elak Sahrin saat ditanya OKP apa saja yang akan mendampinginya. 

Tapi yang jelas, salah satu OKP yang akan mendampingi mantan anggota Komisi III DPR ini adalah Gerakan Pemuda Islam. Karena formulir untuk Sahrin sebelumnya juga diambil oleh GPI.

Dan Sahrin yakin akan keluar sebagai pemenang pada kongres yang rencananya akan dijadikan sebagai kongres bersama antara dua kubu kepemimpinan KNPI selama ini. "Insya Allah, setiap pertarungan kita harus optimistis dan selalu yakin (akan menang). Yakin usaha sampai. Keyakinan itu kan harus dibarengi dengan usaha toh," katanya mantap. [zul]

Sumber : Rakyat Merdeka

Indonesia Kaya, Pemuda Tak Boleh Hidup Miskin

Indonesia Kaya, Pemuda Tak Boleh Hidup Miskin 

Thu, 20/10/2011 - 17:58 WIB

Bersama SH : Satu Hati Membangun Negeri


AKARTA, RIMANEWS - Mantan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional, yang juga Wakil Ketua Umum DPP KNPI, Sahrin Hamid mengatakan saat ini, 60,35 persen pemuda Indonesia menganggur. Begitu juga 31,2 juta orang miskin Indonesia mayoritas adalah pemuda. Tak hanya itu, mayoritas orang miskin Indonesia tinggal di desa dimana sebesar 19 juta di antaranya adalah pemuda.

"Ini tantangan riil, dimana Indonesia adalah negara kaya akan sumber daya alam, terlalu naif kalau pemuda hidup miskin" katanya di acara diskusi publik dengan tema "Gerakan Pemuda dan Pelaksanaan Pasal 33 UUD 45" yang diselenggarakan Partai Rakyat Demokratik (PRD) di Jakarta Kamis (20/10/2011).

Menurut Sahrin, Pasal 33 UUD 1945 merupakan kekuatan Indonesia membangun ekonomi kerakyatan yang berbasis pada desa. Pemuda sebagai ujung tombak harus mampu berkontribusi dalam memajukan ekonomi nasional.

"Banyak peluang dan potensi yang bisa dimanfaatkan pemuda, baik dikota maupun didesa" tegasnya.

Pemerintah, kata Sahrin telah menyediakan anggaran yang cukup bagi pemuda untuk menggerakkan ekonomi desa menuju Indonesia sejahtera.

"Ada 1 Triliun lebih yang disediakan pemerintah untuk menggerakan ekonomi desa, dan jumlah ini akan terus bertambah, ada dana CSR yang bisa dimanfaatkan pemuda, dan Kredit Usaha Rakyat tanpa agunan" kata Sahrin, yang bakal maju pada kongres KNPI pada 25-28 Oktober 2011 bulan ini.

Selain itu, hal lain yang juga harus dilakukan pemuda untuk memecahkan persoalan bangsa saat ini adalah mendorong pemerintah membangun industri di desa-desa yang berbasis potensi desa. Bila itu dilakukan, otomatis bahan baku hasil olahan masyarakat setempat dan tenaga kerja khususnya pemuda desa bisa diserap oleh industri tersebut.

"Ini akan berimplikasi terhadap terbukanya ruang usaha baru. Melalui ruang usaha baru inilah kita harapkan akan lahir wirausaha-wirausaha baru, dalam hal ini para pemuda," tandasnya.

KNPI, kata Sahrin, harus menjadi garda terdepan untuk menggerakkan pemuda dalam memajukan dan membangun sektor ekonomi desa. Karena itu, KNPI harus menyiapkan sumber daya manusia, memetakan persoalan dan potensi para pemuda di desa-desa.

"Pemuda bergerak, satu harapan, satu hati. Maju terus pemuda Indonesia, " demikian Sahrin.[ian]


Sumber : Rima News