Jumat, 09 Agustus 2013

Suara Hati

Suara Hati

Kamis, 07 Februari 2008
Suara Hati | Sahrin Hamid

Kenapa kuberi judul Suara Hati? dalam suara hati terdapat 2 (dua) unsur, yakni suara dan hati. "suara" pasti ada bunyi, karna yang tak bunyi walau komat2 disebut dengan komat-kamit tanpa suara, artinya suara tak terdapat di situ. selanjutnya dengan suara juga menjadi intrumen komunikasi antara komunikator dan komunikan. tanpa suara, maka kita akan kesulitan untuk melakukan komunikasikan tentang apapun, krna segala hal menjadi tidak jelas dengan terkomunikasikan tanpa suara. sementara hati adalah pusat dari cahaya, cahaya yang menjadi sumber dari sinar kebenaran, karna hati tak pernah bohong, hati selalu memberontak jika anggota tubuh melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan perintah hati. makanya hati sering diiringkan dengan kata "nurani".

nurani adalah hati yang paling dalam, disebut nurani, karna berasal dari kata nur (bahasa arab), sedangkan "ani' dalam bahasa arab ditambahkan pada kata maka dimaknai dengan dua. misalnya : kitabani (dua buku) dll. Sehingga nurani dapat diartikan 2 cahaya, lantas cahaya apa saja yang dua itu? dua cahaya itu adalah cahaya Allah dan Cahaya Nabi Muhammad SAW. Itu pula-lah sehingga dikatakan hati tak pernah berbohong & selalu menyampaikan nilai2 kebenaran. karna sumber kebenaran berasal dari Tuhan yang dibawa oleh Nabinya, manusia pilihan.

Maka semakin kuat dzikir (pengingatan) kita terhadap Tuhan & Nabinya, maka semakin tinggi kualitas signal yang akan dipancarkan oleh sumber cahaya itu dan akan menerangi segala pikir,sikap dan tindak kita. Namun sebaliknya pula semakin lupa manusia terhadap pencipta dan rasulNYA, maka semakin redup pula cahaya tersebut yang pada gilirannya akan membuat gelap dan tak peka. Sehingga hati tak lagi mengirim sinyal yang kuat berupa rasa bersalah, penyesalan, terhadap tindak salah yang diperbuat.

Dengan Suara Hati, kita berharap selalu membunyikan kebenaran-kebenaran yang lahir dari hati yang paling dalam itu. dari cahaya. cahaya yang kan selalu menerangi pikir dan laku. cahaya yang bersumber dariNYA yang Maha Besar, Serta manusia pilihan yang membawa cahaya di muka bumi.

Semoga kita menjadi manusia pilihan

0 komentar:

Posting Komentar