Jumat, 09 Agustus 2013

Tak Tindak Tegas, Polisi Setujui Anarkisme FPI

Tak Tindak Tegas, Polisi Setujui Anarkisme FPI



INILAH.COM, Jakarta- Partai Amanat Nasional (PAN) amat menyesalkan aksi brutal Front Pembela Islam (FPI) yang melakukan sweeping sambil melakukan pengrusakan di tempat-tempat hiburan selama bulan puasa seperti yang terjadi di Makasar atau tempat lainnya.

Menurut Sahrin Hamid, Ketua DPP PAN, aksi tersebut tidak lepas dari lemahnya Polri dalam bersikap tegas sehingga seperti ada kesan pembiaran atau memberi izin FPI melakukan aksi anarkisnya.

"Menunjukan betapa lemahnya kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Padahal kewenangan bertindak atas nama negara demi menjaga ketertiban umum sudah merupakan kewajiban POLRI," tegas Sahrin seperti disampaikan dalam siaran pers yang diterima INILAH.COM, Jumat (19/8/2011).

Himbauan yang disampaikan Polri melalui Kadiv Humas, menurut Sahrin tak berdampak apa-apa terhadap operasi sweeping yg dilakukan oleh FPI. Intensitas sweeping justru meluas di tempat lain.

"Padahal sudah jelas-jelas bahwa perusakan apalagi bertindak selayakmya Aparat Negara merupakan tindakan kriminal yang berimplikasi pidana. Namun kenapa Polri diam? Apakah diamnya Polri justru memberikan sinyal persetujuan terhadap tindakan2 anarkhis tersebut?," sambung Sahrin.

PAN meminta, tidak sekedar himbauan, Polri harus serius dan bertindak tegas terhadap perilaku FPI. Menurut dia, FPI tidak bisa mengatasnamakan apapun untuk melakukan kekerasan.

"Jika, Polri tidak melakukan upaya-upaya serius dan tegas, maka patut menjadi pertanyaan. Di mana profesionalisme Polri, di mana program Quick respon yg selama ini menjadi andalan Polri, padahal telah banyak menyerap anggaran negara APBN untuk pembiayaan peningkatan profesionalisme dan program polri," sesal Sahrin.(ndr)

Sumber : inilah,com  Jumat, 19 Agustus 2011 | 06:15 WIB

0 komentar:

Posting Komentar